Selasa, 23 Oktober 2012

Menganalisis Nilai-nilai Kehidupan dalam Cerpen


C. Menganalisis Nilai-nilai Kehidupan dalam Cerpen
Cerpen merupakan salah satu bentuk karya
sastra yang berwujud prosa. Cerpen ada yang
bersifat fiktif dan nonfiktif. Cerita yang ditampilkan
dalam sebuah cerpen biasanya hanya sepenggal
peristiwa yang terjadi pada seseorang dan fokus
cerita terletak pada tokoh utamanya. Cerpen
biasanya juga diterbitkan dan dibukukan dalam
bentuk kumpulan yang disebut buku kumpulan
cerpen.
Akan tetapi, sebelum kalian berlatih meng-
analisis nilai kehidupan pada cerpen-cerpen dalam
satu buku kumpulan cerpen, terlebih dulu kalian
harus memahami tentang unsur-unsur intrinsik yang ada di dalamnya. Pada
umumnya, unsur intrinsik cerpen meliputi hal-hal berikut ini.
1.
Tema adalah sumber gagasan/ide cerita atau gagasan pokok yang
dikembangkan menjadi sebuah karangan.
2.
Alur adalah urutan peristiwa sebab akibat yang menjalin suatu cerita.
Ada alur maju, alur mundur, dan alur gabung (gabungan dari alur maju
dan alur mundur).
3.
Tokoh adalah pelaku-pelaku dalam cerita. Tokoh dibedakan menjadi
tiga, yakni protagonis (tokoh utama), antagonis (tokoh penentang), dan
tritagonis (tokoh ketiga).
4.
Sudut pandang adalah tempat atau titik dari mana seseorang melihat
objek karangan.
5.
Latar adalah waktu dan tempat serta keadaan sosial yang digunakan
pengarang dalam menyusun cerita.
6.
Amanat adalah pesan moral yang terdapat dalam cerita.
Bila kalian cermati, tokoh-tokoh di dalam cerpen mempunyai sifat dan
melakukan aktivitas seperti kehidupan manusia sesungguhnya. Dengan
kata lain, cerpen mengandung nilai-nilai kehidupan yang dapat diambil dari
peran masing-masing tokoh dalam isi cerpen tersebut.
Di dalam setiap karya sastra (termasuk cerpen) terkandung beberapa
nilai yang dapat diteladani atau dipetik hikmahnya. Ada pun nilai-nilai
tersebut antara lain:
1.
nilai moral atau keagamaan yaitu nilai yang berkenaan dengan Tuhan
dan agama;
2.
nilai kemanusiaan atau sosial yaitu nilai yang berkenaan dengan
masyarakat;
3.
nilai etika atau susila atau norma yaitu nilai yang berkenaan dengan
budi bahasa,  sopan santun; dan
4.
nilai estetika atau keindahan yaitu nilai yang berkenaan dengan seni
dan keindahan.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar:

Poskan Komentar

 
HEAD LINE NEWS Sidik mantok | zeoniniz.blogspot.com. | SILAHKAN GANTI DENGAN TEXT ANDA