Selasa, 23 Oktober 2012

Menulis Cerpen berdasarkan Peristiwa Nyata


D. Menulis Cerpen berdasarkan Peristiwa Nyata
Menulis cerpen harus banyak berkhayal karena cerpen memang karya
fiksi yang berbentuk prosa. Peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam cerpen
hanya direkayasa oleh pengarangnya. Demikian pula para pelaku yang
terlibat dalam peristiwa itu. Waktu, tempat, dan suasana terjadinya peristiwa
pun hanya direka-reka oleh pengarang. Oleh karena itu, cerpen (dan semua
cerita fiksi) disebut cerita rekaan.
Mencermati Ekonomi, Pasar, dan Uang
11
Cerita dalam cerpen mungkin saja terjadi sebab bahan baku cerpen
memang bisa berasal dari kisah yang benar-benar terjadi dalam
masyarakat. Boleh jadi, bahan baku cerpen benar-benar dialami sendiri
oleh pengarangnya. Kisah nyata yang benar-benar terjadi itu oleh
pengarangnya diolah, yaitu ditambah, dikurangi, digabungkan, diubah nama
pelakunya, diganti tempat terjadinya, dan lain-lain. Akan tetapi, semua bahan
baku yang semula benar-benar terjadi itu setelah diolah oleh pengarang
dalam bentuk cerpen, menjadi cerita fiksi, cerita khayal, atau cerita rekaan.
Jika akan menulis cerpen, yang pertama-tama kalian lakukan adalah
mencari dan menentukan tema. Tema cerita tersebar luas di sekeliling
kalian, bahkan juga di dalam diri kita. Apa yang pernah kalian alami, lihat,
dengar, rasakan, bayangkan, dan lain-lain dapat kalian pilih menjadi tema
cerpen. Tema yang kalian pilih tentu saja tema yang menarik, terutama
menarik bagi diri kalian dan kalian perkirakan juga menarik bagi orang lain.
Setelah tema kalian tentukan, tema itu harus kalian rinci lebih dahulu
karena tema masih berupa ide pokok. Bila tema langsung dikembangkan
menjadi sebuah cerpen, penulisan cerpen masih akan mengalami banyak
kesulitan. Oleh karena itu, tema harus dirinci, dijabarkan lebih lanjut, apa
saja yang akan diceritakan.
Setelah menjabarkan tema, kita perlu mempertegas peristiwa-peristiwa
apa yang akan terjadi dalam cerpen. Peristiwa-peristiwa itu kemudian kalian
susun demikian rupa sehingga membentuk plot cerita.
Plot atau alur cerita adalah rangkaian peristiwa yang sambung-
menyambung dalam sebuah cerita berdasarkan logika sebab akibat. Dalam
sebuah cerita terdapat berbagai peristiwa. Akan tetapi, peristiwa-peristiwa
dalam cerita itu tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan antara peristiwa satu
dengan peristiwa lainnya. Rangkaian peristiwa itulah yang membentuk plot
atau alur cerita.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar:

Poskan Komentar

 
HEAD LINE NEWS Sidik mantok | zeoniniz.blogspot.com. | SILAHKAN GANTI DENGAN TEXT ANDA